Konflik AS-China Belum Reda, Bursa Asia Variatif

Konflik AS-China Belum Reda, Bursa Asia Variatif

Pada awal pekan Senin (10/8/2020) bursa saham Asia diperdagangkan bervariasi di tengah konflik hubungan AS-China yang kian meningkat beberapa pekan terakhir.

Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,8%, dengan saham Hyundai Motor naik 11,22% sedangkan KIA Motors naik 5,44%. Beberapa saham teknologi besar juga naik seperti saham Samsung Electronics naik 0,35% dan saham LG Electronics melonjak lebih dari 8%, dan SK Hynix naik 0,12%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 1,2%, dengan semua sektor diperdagangkan lebih tinggi. Sub indeks keuangan naik 1,8% karena bank-bank besar menguat.

Indeks Shanghai menguat sekitar 0,27%, sedangkan indeks Hang Seng Hong kong turun 0,5%.

Pasar saham di Jepang tutup pada hari Senin (10/8) untuk memperingati hari Gunung.

Pelaku pasar tetap fokus dan mencermati ketegangan hubungan AS dan China yang terus meningkat, selain itu investor juga memperhatikan stimulus fiskal AS setelah pembicaraan antara Gedung Putih dan anggota parlemen Demokrat gagal.

Pada Minggu lalu Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang ditetapkan untuk melarang penggunaan aplikasi WeChat dan TikTok yang akan diberlakukan bulan depan. Selain itu pemerintahan Trump akan memberikan sanksi baru pada 11 orang, termasuk pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

“Pertanyaan yang lebih besar untuk pasar adalah apakah tindakan ini membahayakan pembicaraan perdagangan AS-China pada 15 Agustus mendatang ? Pasar akan mencermati setiap langkah pembalasan oleh China,” kata Tapas Strickland, direktur ekonomi dan pasar di National Australia Bank.

Pejabat administrasi juga mendesak Trump untuk menghapus perusahaan China yang berdagang di bursa AS jika gagal memenuhi persyaratan audit AS pada Januari 2022.