You are currently viewing Optimisme Vaksin Berlanjut, Dolar AS Melemah Di Awal Pekan

Optimisme Vaksin Berlanjut, Dolar AS Melemah Di Awal Pekan

Kabar mengenai pendistribusian vaksin Corona pada pertengahan Desember memantik tumbuhnya minat resiko pelaku pasar dan menekan pergerakan indeks dolar hingga berada di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir.



Dolar AS bergerak melemah pada perdagangan Asia hari Senin (23/November) karena terbebani oleh sentiment risk-on ditengah berlanjutnya optimisme pelaku pasar terhadap vaksin. Pada saat berita ini diturunkan, Indeks DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama berada di kisaran 92.27 atau melemah 0.1 persen secara harian.

Secara teknikal, posisi Indeks DXY pada pembukaan perdagangan awal pekan ini berada di dekat support utama yang telah terbentuk dalam beberapa bulan terakhir pada kisaran 91.70 hingga 92.20. Pergerakan  dibawah level tersebut berpotensi mengantar indeks dolar melemah lebih lanjut terhadap mata uang utama lainnya. Pelemahan dolar AS tidak terlepas dari sentimen minat resiko yang terdongkrak oleh kabar bahwa vaksin COVID-19 akan segera di distribusikan pada pertengahan Desember mendatang ikut menambah optimisme pelaku pasar. Perlu diketahui bahwa, saat ini vaksin virus Corona sedang melewati prosedur keamanan di Food and Drug Administration (BPOM-nya AS). Di lansir dari Reuters, negara lain seperti Inggris juga tengah mempersiapkan persetujuan regulasi untuk vaksin Pfizer-BioNTech minggu ini.

Greenback Berpotensi Melemah Lebih Jauh

Pelemahan dolar pagi ini paling dominan terhadap dolar komoditas, sementara itu greenback juga terpantau melemah melawan mata uang Euro karena didukung membaiknya prospek pemulihan ekonomi kawasan. Nilai tukar Euro terhadap dolar AS saat ini berada pada kisaran 1.1874 atau menguat 0.17 persen secara harian. Euro bergerak cukup stabil setelah berulang kali gagal menembus 1.1993 pada pekan lalu yang merupakan resisten kunci. Dolar AS diperkirakan akan terus melemah terhadap major currencies, terutama mata uang komoditas dan Euro karena perekonomian global diproyeksikan akan rebound tajam setelah vaksin Corona dapat didistribusikan secara global. Bahkan analis dari Capital Economics optimis pada prospek jangka panjang mata uang Euro. “Kami pikir nilai tukar mata uang tunggal akan terus naik elama beberapa tahun mendatang dengan latar belakang risiko stabilitas zona euro yang lebih rendah, peningkatan gap antara Yields AS dan Eropa dan didukung juga oleh pemulihan ekonomi global secara berkelanjutkan pasca COVID-19”, kata analis Capital Economics dalam sebuah catatan. Di samping kabar mengenai vaksin, fokus pelaku pasar minggu ini sedang tertuju pada rilis keyakinan konsumen AS pada hari Selasa dan notulen The Fed yang akan dirilis pada hari Rabu yang berpotensi akan menjadi katalis bagi pergerakan greenback selanjutnya.