You are currently viewing Pound bullish, masih terdukung pidato bailey boepound bullish, masih terdukung pidato bailey boe

Pound bullish, masih terdukung pidato bailey boepound bullish, masih terdukung pidato bailey boe

Poundsterling menguat setelah Gubernur BoE Andrew Bailey mengesampingkan kebijakan suku bunga negatif. Bullish Pound bertahan hingga hari ini.

Poundsterling menguat terhadap Dolar AS dan Euro, masing-masing 1 persen dan 1.5 persen dalam minggu ini. Selasa lalu, Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey meredam ekspektasi pasar akan kebijakan suku bunga Inggris di bawah nol. Pound pun melonjak merespon komentar tersebut. Saat berita ini ditulis pada Jumat (15/Januari) dini hari pun, Pound masih diperdagangkan di level tinggi tiga hari. GBP/USD naik 0.3 persen ke 1.3674. Sedangkan EUR/GBP turun 0.31 persen ke 0.8853.  

Gubernur BoE Bantah Rumor Suku Bunga Negatif

Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan bahwa banyak sekali isu mengenai pemotongan suku bunga di bawah nol di tengah masa pandemi ini. Padahal, kebijakan tersebut dapat merugikan bank-bank. Ekonomi Inggris memang sedang menghadapi waktu tergelapnya. Namun, Bailey optimis, situasi akan membaik seiring dengan meluasnya implementasi vaksin.

“Pepatah mengatakan, waktu paling gelap adalah saat-saat sebelum fajar,” kata Bailey dalam pidatonya di Scottish Chambers of Commerce. “Kita memang sedang berada dalam situasi yang sangat sulit saat ini. Tak perlu ditanya bahwa itu akan menunda (beberapa hal), mungkin, alurnya.”

Bailey juga mengesampingkan saran yang mengatakan bahwa pemotongan suku bunga sampai negatif dapat menjadi cara langsung untuk mendongkrak pertumbuhan. Pernyataan Bailey tersebut membuat pasar mengundurkan perkiraan mereka akan pemotongan suku bunga BoE tahun ini, dari yang semula Mei 2021, menjadi Juni 2021. Tim analis ING mengatakan bahwa penyesuaian kembali ekspektasi suku bunga negatif BoE tersebut telah menimbulkan momentum turun bagi Euro versus Sterling. EUR/GBP diperkirakan dapat kembali menguji level support 0.89 hari ini. Selain itu, ketidakpastian tentang kesepakatan Brexit telah sirna. Oleh karena itu para analis akan fokus pada prospek ekonomi Inggris. Sementara itu, analis dari Danske Bank menyinggung bahwa BoE tak mungkin menurunkan suku bunga di bawah nol karena implementasi vaksin COVID-19 terbilang cepat. “Menurut kami, ada sebuah kondisi yang dapat membuat Pound lebih kuat, yaitu warga Inggris lebih banyak yang sudah divaksinasi (COVID-19) daripada warga Eropa. Perkiraan kami, BoE tidak akan bergabung ke klub suku bunga negatif, apalagi ketika masalah penyesuaian permasalahan perbatasan UE-Inggris baru selesai untuk jangka pendek.” kata Kristoffer Kjær Lomholt dari Danske Bank.