You are currently viewing Pemulihan Ekonomi Melambat, The Fed Pertahankan Kebijakan

Pemulihan Ekonomi Melambat, The Fed Pertahankan Kebijakan

  • Post author:
  • Post category:News

Dalam statement terbarunya, Powell menegaskan bahwa The Fed akan tetap berjuang dalam mempertahankan kebijakan longgar sampai terjadi rebound penuh pada sektor ketenagakerjaan AS yang kemungkinan besar terjadi setelah distribusi vaksin selesai.

Bank Sentral AS, Federal Reserve pada hari Kamis (28/Januari) dini hari mengumumkan kebijakan moneter tidak berubah dan mempertahankan suku bunga di rekor terendah pada kisaran 0 persen- 0.25 persen. The Fed berjanji untuk mempertahankan kebijakan moneter ultra longgar sampai ada rebound penuh perekonomian dari dampak pandemi.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan selama dua hari FOMC, ketua The Fed Jerome Powell menyosoti perlambatan ekonomi yang mengkhawatirkan selama kuartal IV/2020. Powell menambahkan bahwa ketahanan ekonomi dengan industri besar seperti perumahan, layanan keuangan dan lainnya mulai beradaptasi dengan pandemi. Sektor sektor ini telah melakukan berbagai inovasi terkait teknologi dan strategi baru.

Di sisi lain, The Fed melihat perekonomian AS juga telah kehilangan lapangan kerja yang cukup signifikan pada bulan Desember. Sebagian besar tenaga kerja tetap akan absen hingga krisis kesehatan mereda dan Powell mengatakan upaya penyelamatan tidak akan berakhir sampai sektor tenaga kerja pulih.

“Anda tidak dapat mengubah motel, tempat olahraga, restoran, bioskop dan bar untuk berfungsi selama masa pandemi seperti ini. Itu terdapat jutaan pekerja yang absen dari pekerjaan mereka… Oleh karena itu, kita harus mengalahkan pandemi dan kami harus menyelesaikan pekerjaan ini”, kata Powell dalam konferensi pers. Lebih jauh, Powell juga menyinggung mengenai vaksin terhadap prospek pemulihan ekonomi. Dirinya mengatakan vaksin COVID telah didistribusikan sebanyak 25 juta dosis sejak pertemuan The Fed bulan Desember dan pemerintahan Biden saat ini terus berjuang dalam mempercepat distribusi vaksin.

“Resiko jangka pendek terus terang ditengah upaya penyebaran vaksin dan lonjakan virus Corona varian baru yang lebih menular akan menjadi ancaman… Namun, ada bukti bagus bahwa perekonomian kembali bangkit pada paruh kedua tahun ini”, ungkap Powell di sela sela konfrensi pers.

Sentimen Risk-Off Dukung Dolar AS

Secara garis besar, statement terbaru The Fed tadi malam tidak banyak memberikan kejutan kepada pelaku pasar. Dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang mayor ditengah aksi penghindaran resiko investor. Pada saat berita ini diturunkan, Indeks DXY berada di kisaran 90.71 atau menguat 0.07 persen secara harian setelah membentuk gap naik dari level penutupan sesi sebelumnya.