You are currently viewing Dolar AS Coba Pangkas Kerugian Pasca Rilis NFP Yang Mengecewakan

Dolar AS Coba Pangkas Kerugian Pasca Rilis NFP Yang Mengecewakan

  • Post author:
  • Post category:News

Pasca melemah yang disebabkan oleh data NFP, pergerakan dolar AS selanjutnya sangat bergantung pada keberhasilan penanganan pandemi virus Corona dan rilis data Inflasi dan Sentimen Konsumen pekan ini.

Pada hari Senin (08/Februari) pagi, Dolar AS berusaha menguat untuk menghapus kerugian yang diderita terhadap mata uang mayor pasca rilis data NFP yang mengecewakan akhir pekan lalu. Saat berita ini diturunkan, Indeks DXY yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya berada di kisaran 91.09 atau menguat 0.05 persen dari harga open harian.

Pelemahan dolar AS pada perdagangan akhir pekan lalu seolah menghapus gain yang didapatkan setelah menguat cukup signifikan, terutama melawan mata uang komoditas (AUD, CAD dan NZD). Dalam beberapa pekan terakhir, spekulan secara bertahap telah mengurangi posisi Short dolar seiring dengan merebaknya pandangan bahwa perekonomian negeri Paman Sam akan pulih lebih cepat daripada dugaan selama ini.

Analis berpendapat bahwa masih terdapat ruang bagi dolar AS untuk kembali melanjutkan reli lebih jauh, namun semua tergantung dari kemajuan dalam memerangi pandemi virus Corona dan kesuksesan distribusi vaksin lebih lanjut.

“Data NFP bulan lalu yang melunak benar benar menekan pergerakan dolar AS dan pelaku pasar saat ini sedang mempertanyakan apakah dolar dapat menguat lebih jauh… Menurut pandangan kami, pergerakan dolar tergantung pada penanganan pandemi dan kita juga perlu tahu kapan stimulus fiskal AS dikucurkan”, kata Yukio Ishizuki, ahli strategi Forex di Daiwa Securities.

Pergerakan dolar AS melawan mata uang mayor seperti Euro terpantau berusaha menguat dan diperdagangkan pada kisaran 1.2034 atau telah kembali diatas level psikologis 1.20 setelah pada sesi akhir pekan lalu sempat terperosok hingga 1.1952. Pelemahan dolar atas Euro yang disebabkan oleh memburuknya data NFP diperkirakan hanya sementara mengingat kondisi kawasan Eropa yang masih berjuang melawan penyebaran virus Corona berpotensi menekan mata uang Euro.

Sementara itu, pergerakan dolar AS terhadap trio mata uang komoditas pagi ini terpantau cukup beragam. Pair AUD/USD diperdagangkan pada kisaran 0.7670 atau beringsut lebih rendah setelah menyentuh level tertinggi harian pada 0.7681 beberapa waktu lalu. Pair USD/CAD berada dikisaran 1.2764 atau menguat 0.07 persen, sedangkan pair NZD/USD berada di kisaran 0.7201.

Secara garis besar, pergerakan dolar AS pekan ini akan bergantung pada rilis data Inflasi AS dan Sentimen Konsumen. Kedua data ekonomi berdampak tinggi ini diperkirakan akan menjadi fokus investor untuk mencari tahu apakah kenaikan Yields Treasury yang terjadi beberapa waktu terakhir dapat dibenarkan.