You are currently viewing Investor Nantikan Testimoni Powell, Dolar Dekati Low 6 Pekan

Investor Nantikan Testimoni Powell, Dolar Dekati Low 6 Pekan

  • Post author:
  • Post category:News

Dolar AS bergerak di dekat level terendah enam pekan saat fokus investor tengah tertuju pada pidato ketua The Fed Jerome Powell yang dijadwalkan akan menyampaikan pandangannya terkait ekspektasi kenaikan inflasi terhadap prospek suku bunga.

Dolar AS bergerak di dekat level terendah enam pekan pada perdagangan hari Selasa (23/Februari) karena investor masih menanti testimoni ketua The Fed, Jerome Powell yang dijadwalkan akan memberikan pernyataan pada nanti malam. Pelemahan dolar tercermin dari pergerakan indeks DXY yang menjadi tolok ukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang mayor berada di kisaran 89.98.

Secara teknikal, posisi indeks dolar saat ini tepat berada dibawah level psikologis 90.0 yang mencerminkan tekanan jual terhadap greenback cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Pelemahan dolar baru baru ini terutama terhadap mata uang komoditas dipicu oleh merebaknya sentiment minat resiko menyusul prospek pemulihan ekonomi global setelah banyak negara telah melakukan vaksinasi virus Corona.

Pasar Nantikan Reaksi Powell Terhadap Prospek Inflasi

Di tengah pelemahan dolar AS melawan mata uang mayor sejak pekan lalu, pelaku pasar saat ini masih menanti seperti apa testimoni ketua The Fed, Jerome Powell nanti malam. Investor ingin mencari tahu bagaimana tanggapan Powell mengenai ekspektasi inflasi yang kemungkinan besar akan cepat terkerek naik akibat dari langkah pemerintah di banyak negara (terutama AS) yang akan mengelontorkan banyak stimulus tahun ini.

Secara umum, sebagian besar investor mengharapkan Powell tidak mengubah pendapatnya terkait prospek kenaikan inflasi. Dengan kata lain, pasar mengekspektasikan bahwa ketua The Fed akan mentolerir inflasi yang lebih tinggi tanpa segera menaikkan suku bunga sehingga pada akhirnya berpotensi membebani pergerakan dolar AS kedepan.

“Saya pikir, dia (Powell) akan lebih banyak berbicara mengenai sisi negatif yang artinya The Fed tidak akan terburu buru menaikkan suku bunga karena terdapat banyak resiko dalam perekonomian AS dan masih jauh dari target full employment”, kata Joe Capurso, analis valuta asing Commonwealth Bank of Australia di Sydney.

Namun apabila skenario lain terjadi seperti adanya petunjuk dari The Fed yang terdengar lebih hawkish dan optimis sehubungan dengan prospek suku bunga. Maka kondisi ini akan menjadi katalis positif yang akan melambungkan dolar AS terhadap mata uang mayor lainnya.