You are currently viewing Dolar AS Konsolidasi Jelang Pengumuman The Fed

Dolar AS Konsolidasi Jelang Pengumuman The Fed

  • Post author:
  • Post category:News

Dolar bergerak konsolidatif menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed yang kemungkinan tetap mempertahankan pandangan dovish-nya terkait prospek suku bunga menyusul rentetan buruk rilis data ekonomi AS baru baru ini.

Dolar AS bergerak mendatar terhadap mata uang mayor pada perdagangan hari Rabu (17/Maret) karena investor masih wait and see jelang pengumuman kebijakan The Fed nanti malam. Indeks DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang mayor saat ini berada di kisaran 91.88 atau menguat 0.01 persen secara harian. Secara garis besar, indeks dolar bergerak konsolidasi sejak pertengahan sesi New York tadi malam setelah sebelumnya sempat sedikit fluktuatif merespon rilis data Retail Sales yang merosot di bulan Februari.

Pengumuman kebijakan The Fed nanti malam memang sangat dinantikan oleh investor di seluruh dunia. Pasalnya, pelaku pasar ingin mencari petunjuk lebih jauh mengenai seperti apa pandangan The Fed terhadap kondisi perekonomian AS baru baru ini. Analis melihat ada kemungkinan pembuat kebijakan The Fed akan mengatakan bahwa ekonomi AS akan tumbuh di tahun 2021 pada tingkat tercepat dalam beberapa dekade dan didukung penurunan pengangguran serta inflasi yang meningkat. Namun, analis memperkirakan Bank Sentral AS itu tidak akan mengubah kebijakan moneter mereka pada pengumuman bulan ini.

“The Fed kemungkinan akan mempertahankan pendiriannya karena jelas tidak ada tanda-tanda pertumbuhan inflasi yang signifikan dan pasar ekuitas tampaknya baik-baik saja setelah kekhawatiran minggu lalu dengan imbal hasil,” kata Juan Perez, ahli strategi FX Tempus Inc di Washington.

Perez lalu menambahkan bahwa rilis inflasi di tingkat konsumen maupun produsen, serta data penjualan ritel AS baru baru ini mencerminkan jalan yang harus di tempuh masih panjang dan berliku sehingga tidak ada urgensi bagi The Fed untuk terburu buru melakukan rate hike dalam waktu dekat.

Lonjakan Yields Obligasi AS Dianggap Tidak Sesuai Realita

Investor juga akan mencermati hal apapun yang dikatakan The Fed terkait lonjakan imbal hasil obligasi dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan imbal hasil (Yields) obligasi AS baru baru ini menyusul ekspektasi pelaku pasar terhadap prospek pemulihan ekonomi AS lebih cepat tahun ini sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.

“Meskipun sulit untuk mengetahui sejauh mana FOMC bersama Powell akan menahan lonjakan Yield obligasi yang terjadi baru baru ini pada pengumuman nanti. Kami berpandangan bahwa investor mungkin telah melebih-lebihkan kemungkinan pengetatan moneter AS”, ujar Bethany Beckett, asisten ekonom di Capital Economics dalam sebuah catatan.

Apabila pandangan ini benar dan pernyataan The Fed nantinya bernuansa dovish, maka akan menjadi katalis negatif bagi pergerakan dolar AS. Kondisi ini akan menekan greenback terhadap para mata uang rival yang selama beberapa hari terakhir tertekan akibat lonjakan imbal obligasi AS.