You are currently viewing USD Cenderung Stabil Mendekati Level Tinggi Pasca Data Payroll Positif

USD Cenderung Stabil Mendekati Level Tinggi Pasca Data Payroll Positif

  • Post author:
  • Post category:News

Dolar AS sedikit melemah pada hari Senin pagi, namun tetap berada di dekat level tinggi menyusul rilis positif data ketenagakerjaan minggu lalu yang mencerminkan pemulihan ekonomi AS terus berlanjut di awal tahun 2021.

Dolar AS bergerak sedikit melemah namun stabil di dekat level tinggi pada perdagangan awal pekan (05/April) karena didukung oleh rilis positif data ketenagakerjaan AS pada minggu lalu. Pada saat berita ini diturunkan, Indeks DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang mayor berada di kisaran 92.96 atau melemah 0.07 persen secara harian.

Meski sedikit melemah, namun sejatinya indeks dolar saat ini berada di dekat level tertinggi sejak November 2020, setelah membukukan reli kuartalan terbesar selama hampir tiga tahun pada bulan Januari-Maret lalu. Pada rilis data NFP minggu lalu yang menunjukkan perekonomian AS menambahkan 916k pekerjaan di bulan Maret, jauh melampaui ekspektasi 647k setelah menorehkan kenaikan 468k pekerjaan pada periode sebelumnya. Namun dolar AS bergerak kalem selepas rilis data sektor ketenagakerjaan tersebut karena bertepatan dengan hari raya Paskah sehingga pasar tidak terlalu bereaksi terhadap lonjakan data Payroll bulan lalu itu.

Greenback kemungkinan akan membangun kekuatan untuk melanjutkan reli bullish dalam waktu dekat. Pasalnya, investor saat ini sedang mencari bukti tambahan (rilis data ekonomi AS) untuk mengonfirmasi lebih lanjut terkait prospek pemulihan ekonomi negeri Paman Sam dari dampak pandemi yang terjadi sejak tahun lalu.

“Saya pikir dolar AS akan melemah cukup signifikan, namun itu tidak terjadi. Trend bullish dolar sangat kuat sejak kuartal pertama karena didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi dan prospek rebound perekonomian AS. Oleh sebab itu, saya pikir hal terbaik yang bisa dilakukan investor adalah dengan mengikuti trend (bullish) ini”, kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valuta asing Mizuho Securities.

Fokus investor selanjutnya akan bergeser pada rilis data PMI non-Manufaktur AS yang dijadwalkan akan dirilis pada nanti malam. Aktivitas sektor jasa AS diperkirakan akan melonjak dari 55.3 menjadi 58.5 di bulan Februari. Apabila rilis berada lebih baik dari ekspektasi, maka berpotensi akan menjadi katalis yang akan mendukung penguatan dolar AS lebih lanjut.