You are currently viewing Tren Short Cenderung Berlanjut, USD Sentuh Level Terendah 6 Pekan Terakhir

Tren Short Cenderung Berlanjut, USD Sentuh Level Terendah 6 Pekan Terakhir

  • Post author:
  • Post category:News

Dolar AS berusaha memangkas kerugian setelah menyentuh level terendah enam pekan pada perdagangan hari Senin kemarinn, namun tekanan jual diperkirakan akan terus berlanjut karena pamor imbal hasil obligasi kian meredup.

Dolar merosot ke level terendah enam pekan pada perdagangan awal pekan ditengah trend penurunan imbal hasil obligasi. Namun dolar terlihat berusaha memangkas kerugian pada Selasa pagi, mengikuti pergerakan imbal yang kembali menanjak. Pada saat berita ini diturunkan, indeks DXY yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang mayor berada di kisaran 91.09 atau menguat 0.02 persen secara harian.

Perlemahan dolar terjadi pada hampir seluruh mata uang utama dipimpin oleh Euro dan Sterling yang menguat signifikan terhadap dolar. Pair EUR/USD saat ini berada di kisaran 1.2046 atau tercatat menguat 0.54 persen pada perdagangan hari Senin kemarin. Sementara itu pair GBP/USD saat ini berada di kisaran 1.3985 setelah melonjak 1.21 persen sepanjang perdagangan awal pekan kemarin.Pada saat yang bersamaan, dolar juga tercatat melemah terhadap mata uang komoditas (AUD, CAD dan NZD).

“Memang harus diakui, reli bullish dolar hanya menjadi memori saat ini dan kinerja dolar yang kurang baik mencerminkan perbedaan yang kontras perbedaan imbal hasil obligasi AS yang terus merosot dan imbal hasil obligasi di tempat lain yang terlihat lebih menarik”, kata Valentin Marinov, kepala strategi Forex di Credit Agricole.

Pelemahan dolar AS sebenarnya dimulai sejak akhir Maret, menghapus reli tajam yang terbentuk selama tiga bulan pertama di tahun 2021. Imbal hasil Obligasi yang terus melandai menjadi salah satu katalis yang membebani pergerakan dolar.

Di samping itu, The Fed yang kembali menegaskan pandangan bahwa lonjakan inflasi mungkin hanya bersifat sementara kian membuat dolar babak belur terhadap mata uang mayor. Gubernur The Fed, Christopher Waller mengatakan di CNBC pada hari Jumat bahwa ekonomi AS siap untuk meroket karena vaksinasi terus berlanjut dan aktivitas ekonomi terus pulih, tetapi kenaikan inflasi kemungkinan hanya sementara. Pernyataan terbaru dari Waller ini seolah menegaskan pandangan serupa yang pernah diucapkan oleh ketua The Fed, Jerome Powell beberapa waktu lalu.