Inflasi Dan Tapering Jadi Bahasan FOMC Dini Hari Tadi

Inflasi Dan Tapering Jadi Bahasan FOMC Dini Hari Tadi

Notulen FOMC April mengulas tentang kenaikan inflasi AS, dan menyebutkan soal “tapering aset” yang merupakan kata sensitif bagi pergerakan Dolar AS saat ini.

Notulen FOMC yang dirilis pada Kamis (20/Mei) dini hari ini untuk rapat yang telah digelar pada bulan April lalu, menunjukkan bahwa sebagian besar anggota masih mengonfirmasi komitmen mereka terhadap kebijakan suku bunga rendah. Pendekatan moneter longgar masih dianggap sebagai langkah terbaik untuk ekonomi AS saat ini. Namun demikian, mereka juga menyorot permasalahan yang berkaitan dengan kenaikan inflasi AS.

Sejumlah anggota rapat FOMC memperingatkan bahwa faktor-faktor yang mendorong kenaikan inflasi mungkin tidak dapat diselesaikan dengan cepat. Kemacetan rantai pasokan dan kekurangan input, nantinya akan terus memberikan dorongan pada inflasi bahkan hingga setelah tahun ini.

Sejumlah pejabat The Fed juga mengamati bahwa dalam sebagian sektor industri, gangguan rantai pasokan masih terus terjadi. Bahkan, tampak lebih sulit diselesaikan daripada antisipasinya. Kendati demikian, ekspektasi jangka panjang The Fed tentang inflasi dinilai berada pada level yang konsisten dengan pencapaian target inflasi 2% Fed.

Tapering Disinggung Dalam Notulen, Dolar Naik

Selain inflasi, kinerja pemulihan ekonomi Amerika Serikat juga menjadi pembahasan dalam rapat The Fed bulan lalu. Notulen FOMC mencatat, beberapa anggota sempat mengungkapkan perlunya mempertimbangkan perubahan kebijakan moneter mengingat kuatnya pemulihan ekonomi AS.

“Sejumlah peserta menyarankan bahwa apabila ekonomi terus membuat kemajuan pesat menuju tujuan Komite, maka dalam beberapa pertemuan mendatang, mungkin akan tepat untuk memulai pembahasan rencana penyesuaian laju pembelian aset dalam poin tertentu,” demikian yang tertulis dalam notulen FOMC malam ini.

Pernyataan yang menyinggung rencana tapering tersebut rupanya ditanggapi optimis oleh pasar. Terbukti dari penguatan Indeks Dolar AS sebanyak 0.45% ke 90.18, beberapa saat setelah notulen tersebut dirilis.

“Hal besar dari notulen rapat The Fed kali ini adalah penyebutan permulaan diskusi tentang tapering,” kata Chris Gaffner, analis dari TIAA Bank. “Kalimat yang menyebutkan bahwa The Fed mulai masuk dan menaikkan suku bunga, bakal memberikan dampak besar bagi Dolar AS.”

Namun demikian, Gaffney memperingatkan bahwa notulen tersebut dibuat sebelum data ketenagakerjaan AS dirilis. Seperti yang telah diketahui, data NFP AS bulan April dilaporkan jatuh di bawah ekspektasi. Di samping itu, The Fed juga tetap pada kesimpulan bahwa lonjakan inflasi saat ini hanya bersifat sementara.