You are currently viewing Dolar AS Menguat Hasil Dari FOMC Dini Hari Tadi

Dolar AS Menguat Hasil Dari FOMC Dini Hari Tadi

  • Post author:
  • Post category:News

Bank Sentral AS dalam proyeksi terbarunya mengumumkan akan memajukan jadwal kenaikan suku bunga dari awal tahun 2024 menjadi 2023 guna mengimbangi lonjakan inflasi yang terjadi begitu cepat. Dolar AS langsung menguat tajam.

Bank Sentral AS, Federal Reserve pada pengumuman kebijakan moneter hari Rabu (16/Juni) mengajukan proyeksi kenaikan suku bunga acuan di tahun 2023 mendatang dalam upaya mengimbang lonjakan inflasi yang meroket dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, Bank Sentral AS itu tetap mempertahankan kebijakan stimulus untuk saat ini dengan membeli obligasi senilai $120 miliar setiap bulan guna mendorong pemulihan ekonomi dan sektor tenaga kerja yang belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi.

Dalam proyeksi terbarunya, 11 dari 18 anggota FOMC memperkirakan kenaikan suku bunga setidaknya dua seperempat poin pada tahun 2023. Itu artinya, The Fed kemungkinan besar akan melakukan rate hike sebanyak dua kali tahun depan. Padahal dalam pernyataan pada pertemuan sebelumnya, The Fed mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi setidaknya setelah melewati tahun 2023.

Selepas pengumuman suku bunga yang tidak berubah di level 0.25 persen, Ketua The Fed, Jerome Powell mengakui bahwa inflasi bisa melesat lebih cepat dari ekspektasi sebelumnya. Bahkan, proyeksi inflasi AS tahun ini telah dinaikkan menjadi 3.4 persen atau naik 100 persen dibandingkan outlook pada bulan Maret.

“Seiring dengan pembukaan kembali ekonomi, perubahan permintaan yang besar dan cepat dapat menimbulkan berbagai masalah terkait pasokan. Kondisi ini akan memicu kemungkinan inflasi lebih tinggi dan lebih menetap dari yang kami perkirakan”, kata Powell dalam konferensi Pers.

Pengumuman kebijakan The Fed terbaru hari Rabu kemarin mendapat sorotan dari berbagai pihak dengan komentar yang beragam. Salah satu komentar datang dari Peter Tuz, seorang penasehat senior investasi Chase Charlottesville di Virginia. “Saya tidak terlalu terkejut atas keputusan The Fed dalam mengeser proyeksi kebijakan. Fakta sudah sangat jelas bahwa kenaikan inflasi AS terjadi begitu cepat dan The Fed sekarang telah mengakui itu”, kata Tuz dalam sebuah catatan.

Dolar AS Melonjak Tajam Versus Mata Uang Mayor

Secara garis besar, pengumuman kebijakan terbaru The Fed bernada sangat hawkish sehingga memberikan dorongan  terhadap dolar AS melawan mata uang utama lainnya. Hal ini tampak dari pergerakan indeks DXY yang berada di kisaran 91.37 atau terkoreksi 0.02 persen dari harga open harian, setelah mencatatkan kenaikan lebih dari satu persen pada sesi kemarin.