You are currently viewing Index Konsumen China Masih Solid, Harga Produsen Melonjak

Index Konsumen China Masih Solid, Harga Produsen Melonjak

  • Post author:
  • Post category:News

Inflasi konsumen China meningkat karena didorong oleh kenaikan harga non-makanan, sementara itu indeks harga produsen (PPI) berada dekat level tertinggi multi tahunan karena harga komoditas global seperti batubara dan bijih besi terus meningkat.

Pada hari Senin (09/Agustus), Biro Statistik Nasional China merilis data CPI yang naik 1.0 persen secara tahunan (Year-over-Year) di bulan Juli. Angka ini lebih tinggi ketimbang forecast kenaikan 0.8 persen setelah pada periode sebelumnya meningkat 1.1 persen. Dalam basis bulanan, CPI China tercatat naik 0.3 persen atau melampaui ekspektasi kenaikan 0.2 persen setelah sempat turun 0.4 persen di bulan Juni.

Inflasi konsumen (CPI) China yang terbilang cukup solid bulan lalu sebenarnya karena didukung oleh kenaikan harga barang non-makanan yang meningkat dari 1.7 persen menjadi 2.1 persen secara tahunan di bulan Juli. Sementara itu, harga bahan makanan tercatat mengalami penurunan 3.7 persen di bulan Juli, padahal di bulan Juni harga makanan masih membukukan kenaikan 1.7 persen secara tahunan.

Penurunan harga makanan di China dipimpin oleh kemerosotan harga daging babi yang turun 43.5 persen dibandingkan tahun sebelumnya di bulan Juli. Harga daging babi yang merupakan salah satu  makanan pokok masyarakat China menghambat trend inflasi sejauh ini. Fakta ini tercermin dari data inflasi konsumen inti (Core CPI) China yang tidak memasukan kategori makanan dan energi yang meningkat dari 0.9 persen menjadi 1.3 persen bulan lalu, cukup kontras ditengah penurunan komoditas makanan di China dalam beberapa bulan terakhir.

Secara terpisah, Biro Statistik China pagi ini juga merilis data Inflasi Produsen (PPI) yang naik dari 8.8 persen di bulan Juni menjadi 9.0 persen secara tahunan di bulan Juli. Kenaikan ini lebih tinggi dari forecast ekonom untuk kenaikan 8.8 persen. Secara garis besar, trend inflasi produsen China saat ini masih bertengger di level tertinggi multi tahunan.

Produsen China saat ini tengah menghadapi kenaikan harga komoditas global yang melonjak signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Komoditas seperti Batubara dan Bijih besi yang meningkat tajam secara langsung membebani biaya produksi. Pemerintah China sejauh ini telah berusaha untuk menjinakkan kenaikan harga komoditas yang telah menekan margin produsen, termasuk dengan cara meningkatkan inspeksi platform perdagangan dan meningkatkan produksi (batubara dan bijih besi) dari cadangan domestik.

Ekonomi China sebagian besar telah pulih dari dampak pandemi yang terjadi sejak tahun lalu. Namun, perekonomian berpotensi kehilangan momentum ditengah tekanan kenaikan harga komoditas dan kemacetan rantai pasokan global. Di samping itu, lonjakan kasus Covid-19 varian Delta baru baru ini ikut membayangi prospek ekonomi China kedepan.