You are currently viewing Aksi Profit Taking Melambatkan Dolar AS

Aksi Profit Taking Melambatkan Dolar AS

  • Post author:
  • Post category:News

Menyusul pernyataan dovish Robert Kaplan, investor melancarkan aksi profit taking sehingga reli Dolar AS terpantau melemah jelang Simposium Jackson Hole.

Dolar AS melemah pada perdagangan awal pekan (23/Agustus) karena diterpa aksi profit-taking. Reli yang mengendur terlihat pada pergerakan Indeks Dolar (DXY) yang saat ini berada di kisaran 93.40, melemah 0.07 persen dari harga Open harian.

Setelah melonjak hingga menyentuh level tertinggi 10 bulan pada pekan lalu, Dolar mulai terkoreksi karena ketidakpastian menjelang simposium Jackson Hole. Pasalnya, Presiden The Fed Dallas, Robert Kaplan, mengatakan bahwa dirinya mungkin akan mempertimbangkan ulang tapering jika virus Corona Delta memberikan dampak buruk pada ekonomi AS.

Pernyataan tersebut cukup mengejutkan karena Kaplan selama ini dikenal sebagai petinggi The Fed berhaluan hawkish. Alhasil, investor tidak mau berspekulasi terlalu jauh dan lebih memilih untuk melikuidasi posisi Long yang mendasari pelemahan Dolar AS dalam dua sesi terakhir.

Dalam pair-pair mayor, Dolar terpantau turun versus AUD, CAD, dan NZD yang dikenal sebagai trio mata uang komoditas. Pair AUD/USD saat ini menguat 0.31 persen di kisaran 0.7160, sementara USD/CAD diperdagangkan pada melemah 0.35 persen di 1.2777.

Meskipun demikian, analis mata uang NAB, Ray Attrill, mengatakan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk mengonfirmasi rebound AUD. Australia juga sedang menghadapi lonjakan kasus virus Corona Delta, sehingga hal ini  pada akhirnya tetap akan memberi keuntungan bagi Dolar AS selaku safe haven.

Terkait simposium Jackson Hole yang akan menjadi fokus investor di sepanjang pekan ini, The Fed dikabarkan telah mengubah pertemuan tahunan tersebut menjadi acara virtual. Keputusan ini diambil menyusul lonjakan kasus COVID-19 di AS dalam beberapa hari terakhir. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai penilaian The Fed terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh gelombang virus Corona Delta.