You are currently viewing US Dolar Berada Di Level Rendah, Investor Kecewa

US Dolar Berada Di Level Rendah, Investor Kecewa

  • Post author:
  • Post category:News

Dolar AS berusaha menguat di awal pekan, namun tertahan di level terendah 1 bulan karena aksi jual pasca rilis data ketenagakerjaan yang meredupkan prospek tapering dalam waktu dekat.

Dolar AS bergerak defensif di dekat level terendah 1 bulan pada perdagangan awal pekan (06/September). Menyusul data NFP AS yang jeblok di bawah ekspektasi, Indeks Dolar (DXY) diperdagangkan di kisaran 92.15. Meski menguat 0.04 persen dari harga Open harian, harga belum sepenuhnya rebound dari kemerosotan akhir pekan lalu.

Aksi profit-taking investor untuk posisi Short Dolar mendasari penguatan tipis yang terlihat pada perdagangan sesi Asia pagi ini.

Dolar diketahui menguat terbatas versus mata uang komoditas. AUD/USD melemah 0.14 persen di 0.7439, sedangkan USD/CAD naik 0.08 persen pada kisaran 1.2534. Penguatan Dolar AS atas Dolar Kanada didukung oleh pelemahan harga minyak dunia di tengah kekhawatiran terhadap prospek permintaan global.

Dolar AS juga sedikit terangkat melawan Euro, terlihat dari pergerakan pair EUR/USD yang saat ini berada di kisaran 1.1876 atau melemah 0.01 persen. Terhadap safe haven Yen dan Franc Swiss, Dolar AS juga terpantau menguat.

Dolar AS Masih Rentan, Pasar Waspadai Data Ekonomi

Analis melihat penguatan Dolar pagi ini hanya akan berlangsung sementara. Hal ini dikarenakan oleh kekecewaan investor dalam menyikapi rilis data NFP terbaru yang meredupkan ekspektasi tapering The Fed dalam waktu dekat. Sebelumnya, The Fed telah berulang kali menegaskan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja adalah salah satu syarat utama untuk mengurangi pembelian aset bulanan.

Terkait hal ini, Commonwealth Bank of Australia (CBA) memperkirakan jika bahwa tapering The Fed akan mundur dari Oktober ke bulan Desember. “Situasi COVID-19 yang memburuk di AS akan membebani Greenback karena situasinya lebih baik di tempat lain,” kata analis tersebut dalam sebuah catatan.

Secara garis besar, pergerakan Dolar AS ke depan masih akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi terutama inflasi, manufaktur, dan sentimen konsumen AS. Apabila data ekonomi yang masuk terus memburuk pada bulan-bulan mendatang, The Fed berpeluang merevisi pandangannya terhadap prospek pengetatan moneter.