Reli Harga Minyak Tertahan Karena Demand Menurun

Reli Harga Minyak Tertahan Karena Demand Menurun

  • Post author:
  • Post category:News

Arab Saudi memutuskan untuk menurunkan acuan harga minyak bulan
Oktober menyusul muncul tanda meredupnya permintaan
dari kawasan Asia. Hal ini telah menyebabkan harga minyak tertahan dalam
beberapa hari terakhir.

Harga minyak menguat terbatas padaperdagangan hari rabu (8 September 2021),
berusahah memangkas kerugian yang diderita pada sesi sebelumnya. Pada saat berita
ini diturunkan, harga minyak Brent diperdagangkan pada kisaran $71.74 per barrel
atau menguat 0.15 persen secara harian. Sementara itu, minyak WTI (West Texas Intermediate)
bergerak di kisaran $68.54 per barrel, menguat 0.18 persen dari harga open harian.

Sebagai catatan, harga minyak masih bergerak terbatas dalam beberapa hari terakhir
yang mencerminkan sikap hati-hati investor dalam melihat prospek harga minyak kedepan.
Kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek melemahnya permintaan dari Asia dan
AS ikut memperburuk outlook harga minyak. Namun, sentimen negatid ini sejatinya masih
ditopang oleh berlangsungnya pemulihan jaringan minyak di AS pasca badai tropis Ida
pekan lalu.

Penguatan dolar AS pada perdagangan hari Selasa kemarin terhadap hampir seluruh
mata uang mayor ikut membebani minyak karena harga komoditas emas hitam menjadi
lebih mahal bagi pemegang uang non-dolar. Disamping itu, rencana Arab Saudi yang akan
memangkas harga jual minyak (official selling prices) di bulan Oktober membuat reli
harga minyak tertahan.

Arab Saudi yang notabene salah satu produsen utama OPEC mengatakan akan memangkas
harga untuk semua kadar minyak mentah yang dijual ke pasar Asia sebesar $1 per barrel
pada bulan Oktober. Langkah berani yang diambil Saudi ini disikapi oleh analis
sebagai sinyal bahwa permintaan minyak di kawasan Asia sedang menurun ditengah masih
tingginya penyebaran virus Corona yang memicu langkah penguncian di beberapa negara
kawasan.

“Orang-orang membaca keputusan Saudi sebagai tanda memudarnya permintaan dari Asia
dan skala pemangkasan harga minyak yang dilakukan Saudi ternyata lebih besar dari
ekspektasi sebelumnya”, kata John Saucer, wakil presiden pasar minyak mentah di Mobius
Risk Group di Houston.

Secara garis besar, pelaku pasar memperkirakan prospek harga minyak kedepan akan
dipengaruhi oleh permintaan terutama dari pasar Asia yang menjadi konsumen terbesar dunia.
Pembatasan Covid-19 yang telah diterapkan di China, Jepang dan sejumlah negara Asia
lainnya berpotensi menghambat momentum pertumbuhan ekonomi. Bahkan, sebagian besar analis
telah melihat tanda-tanda perlambatan aktvitas ekonomi China pada kuartal ketiga tahun ini.
Hal ini tentu saja akan mengancam reli harga minyak jika tidak adanya intervensi dari
negara produsen.