Akibat Kenaikan Retail Sales Amerika, Harga Emas Terjun

Akibat Kenaikan Retail Sales Amerika, Harga Emas Terjun

  • Post author:
  • Post category:News

Harga emas merosot hingga ke kisaran $1755 setelah kenaikan Retail Sales AS mendongkrak Dolar. Proyeksi harga emas ke depan tak terlihat menjanjikan.

Harga emas terpukul keras setelah Dolar AS menguat pasca rilis data Retail Sales AS. Penurunan harga emas bahkan mencapai lebih dari 2% di sesi perdagangan Kamis (16/September) malam ini. Grafik XAU/USD berikut menunjukkan harga emas yang tersungkur 2.16% ke $1755.49.

Harga emas spot jeblok 2.2% $1753.58 per ounce, demikian pula dengan harga emas futures di Comex New York yang merosot hingga 2.3% ke $1753.90, level terendah lebih dari satu bulan.

Retail Sales AS terbaru dilaporkan naik 0.7% di bulan Agustus, mengungguli ekspektasi -0.7% dan pulih dari angka bulan sebelumnya yang direvisi menjadi -1.8%. Aktivitas belanja dalam rangka kembali ke sekolah dan pembayaran Child Tax Credit menjadi penyebab lonjakan Retail Sales AS.

Dolar AS menanggapi kabar tersebut dengan penguatan signifikan sehingga harga emas tertekan hebat. Bob Haberkorn dari RJO Futures mengatakan bahwa posisi Long berbondong-bondong keluar dari pasar emas. Sulit bagi logam mulia tersebut untuk membalikkan keadaan kecuali ada kejutan geopolitik ataupun kebijakan The Fed.

Data Klaim Pengangguran mingguan AS yang tak begitu baik bahkan tak sanggup menahan emas dari kemerosotan. Pasalnya, Retail Sales AS termasuk data yang menentukan bagi pengambilan kebijakan moneter bank sentral. Angka yang naik tentu saja diterjemahkan sebagai indikator pendukung bagi The Fed untuk meningkatkan suku bunga setelah tapering.

Outlook Harga Emas Suram

Rapat kebijakan moneter The Fed akan dilaksanakan pada tanggal 21-22 September minggu depan. Para investor tengah menantikan petunjuk mengenai tapering maupun kenaikan suku bunga yang biasanya akan mengangkat Dolar AS dan menekan harga emas.

“Cukup banyak anggota rapat FOMC yang mendukung tapering aset dilaksanakan tahun ini. Oleh karena itu, outlook bagi emas tidak positif,” kata Peter Fertig, analis dari Quantitative Commodity Research.

Berbeda dengan dua analis di atas, Vincent Tie dari Silver Bullion Singapura masih menaruh harapan akan penguatan harga emas setelah ini. Menurutnya, tapering The Fed tak akan menguntungkan bagi saham-saham. Emas akan mengambil celah dari menyusutnya minat risiko tersebut dan akan naik pada kuartal akhir 2021.