You are currently viewing Tidak Banyak Berubah, Prospek Rate Hike dari Bank Sentral Australia mendorong AUD Naik

Tidak Banyak Berubah, Prospek Rate Hike dari Bank Sentral Australia mendorong AUD Naik

  • Post author:
  • Post category:News

Secara garis besar, notulen rapat RBA yang diumukan pagi ini ridak banyak memberikan kejutan berarti. AUD/USD menguat karena aksi profit taking.

Selasa pagi (21 September 2021), Reserve bank of Australia (RBA) mempublikasikan notulen rapat bulan September yang secara umum tidak berubah dari pengumuman kebijakan sebelumnya. Para pembuat kebijakan menyoroti perkembangan ekonomi global yang semakin pulih meski laju momentumnya mulai melambat dalam beberapa bulan terakhir.

Secara global, dewan RBA menilai jika pemulihan ekonomi berlangsung cepat pada negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, karena didukung oleh pencabutan pembatasan yang mendorong aktivitas ekonomi kembali berjalan. Negara-negara maju seperti kawasan Amerika Utara, sebagian Eropa, dan Asia Timur telah menunjukkan kenaikan konsumsi dan jasa menuju tingkat pra-pandemi.

Beralih ke perkembangan domestik, RBA mencatat bahwa perekonomian Australia telah mengonfirmasi pemulihan pesat pada kuartal kedua. Akan tetapi, laju pemulihan terhambat oleh merebaknya virus Corona Delta yang terjadi baru-baru ini. Bank sentral optimis jika kenaikan kasus virus Corona hanya akan menunda, bukan menggagalkan pemulihan ekonomi Australia.

Pemulihan pasar tenaga kerja kemungkinan besar akan terhambat pada kuartal ketiga karena keputusan untuk memperpanjang pembatasan COVID-19 di beberapa kawasan padat populasi seperti New South Wales.

Dalam notulen pagi ini, RBA juga menyampaikan kondisi pasar perumahan yang dinilai cukup kokoh dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan tahun lalu. Sayangnya, meskipun harga rumah masih solid, namun laju kenaikannya terus melambat terutama di Sydney dan Melbourne.

Menyikapi kondisi ekonomi terkini yang terdampak pandemi, RBA memperkirakan GDP Australia kuartal ketiga akan menurun. Sehingga, dewan pembuat kebijakan berkomitmen untuk tetap melanjutkan kebijakan moneter longgar termasuk pembelian obligasi bulanan.

Secara garis besar, RBA mencatat bahwa kondisi perekonimian Australia masih dibayangi oleh ketidakpastian yang cukup besar karena perkembangan virus Corona Delta. Hal inilah yang mendasari RBA untuk tidak mengubah prospek rate hike yang tidak menargetkan kenaikan suku bunga hingga 2024.

AUD/USD Menguat Pangkas Kerugian

Pengumuman notulen rapat RBA kali ini tidak banyak menghadirkan kejutan atau sesuai ekspektasi pasar. Pada saat berita ini diturunkan, pair AUD/USD diperdagangkan di kisaran 0.7274, menguat 0.32 persen dari harga Open harian. Dolar Australia menguat disebabkan oleh aksi profit-taking pasca aksi jual gegara meningkatnya risk-off