- EUR/USD menguat seiring data inflasi PCE AS terbaru sesuai dengan ekspektasi, meredakan kekhawatiran akan lonjakan inflasi AS yang tidak terduga.
- Peningkatan sedikit pada imbal hasil obligasi Pemerintah AS dapat membantu membatasi penurunan Dolar AS.
- Para pedagang menantikan data inflasi HICP Zona Euro untuk arah lebih lanjut menjelang keputusan kebijakan ECB pada hari Kamis.

EUR/USD menghentikan tren penurunan tiga harinya, diperdagangkan di sekitar 1,0410 selama perdagangan sesi Asia pada hari Senin. Pemulihan pasangan mata uang ini didorong oleh Dolar AS (USD) yang lebih lemah setelah rilis data inflasi Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) bulan Januari pada hari Jumat, yang sesuai dengan prakiraan dan meredakan kekhawatiran tentang lonjakan inflasi yang tidak terduga di Amerika Serikat (AS).
Baca Juga : GBP/USD Merebut Kembali 1,2600 di Tengah Pelemahan Moderat USD; Potensi Kenaikan Tampak Terbatas
Laporan inflasi PCE AS sesuai dengan ekspektasi, dengan PCE utama bulanan tetap stabil di 0,3%. PCE inti sedikit meningkat menjadi 0,3% dari 0,2% di bulan Desember, sementara PCE utama tahunan berada di 2,6%, sedikit melebihi proyeksi tetapi tidak berubah dari angka bulan Desember. PCE inti mereda menjadi 2,6%, turun dari 2,9% yang direvisi di bulan Desember.
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak USD terhadap enam mata uang utama, melemah setelah tiga sesi berturut-turut mengalami kenaikan, berada di sekitar 107,30 pada saat berita ini ditulis. Namun, penurunan Greenback dapat dibatasi seiring perbaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS, dengan imbal hasil obligasi bertenor 2 tahun dan 10 tahun saat ini masing-masing berada di 4,02% dan 4,24%.
Sementara itu, meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dapat mendukung aliran safe-haven ke dalam Dolar AS, yang berpotensi membatasi kenaikan EUR/USD. Selama akhir pekan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 10% untuk impor Tiongkok yang mulai berlaku pada hari Selasa, menambah tarif awal sebesar 10% yang dikenakan bulan lalu. Pada hari Kamis, Trump juga menyatakan di Truth Social bahwa tarif 25% untuk barang-barang Kanada dan Meksiko akan mulai berlaku pada 4 Maret.
Euro (EUR) menguat terhadap mata uang utama lainnya setelah data Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Harmonised Index of Consumer Prices/HICP) awal bulan Februari dari Jerman yang lebih kuat dari yang diharapkan, yang dirilis pada hari Jumat. Meskipun laporan inflasi yang lebih tinggi, Bank Sentral Eropa (ECB) diprakirakan akan terus melonggarkan kebijakan moneternya dalam pertemuan pada hari Kamis. Para investor kini menunggu data inflasi HICP Zona Euro, yang dijadwalkan akan dirilis nanti hari ini.