GBP/USD Naik Mendekati 1,3300, Pulih karena Dolar AS yang Lebih Lemah

  • GBP/USD menguat saat Dolar AS tetap tertekan di tengah ketidakpastian terkait perdagangan yang terus berlanjut.
  • Washington mungkin condong ke arah dolar yang lebih lemah untuk memajukan tujuan perdagangannya.
  • Laporan ketenagakerjaan terbaru di Inggris mengindikasikan bahwa para pemberi kerja mengurangi perekrutan menjelang kontribusi jaminan sosial yang lebih tinggi yang mulai berlaku pada bulan April.

GBP/USD pulih dari penurunan terbaru, diperdagangkan di dekat 1,3280 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Pasangan mata uang ini didukung oleh Dolar AS (USD) yang lebih lemah, saat para investor mempertimbangkan ketidakpastian terkait perdagangan yang terus berlanjut meskipun ketegangan sedikit mereda. Fokus pasar kini beralih ke rilis data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang akan dirilis nanti hari ini.

Spekulasi berkembang bahwa Washington mungkin lebih memilih dolar yang lebih lemah untuk memperkuat posisinya dalam perdagangan. Pemerintahan Trump telah berargumen bahwa Greenback yang kuat, relatif terhadap mata uang-mata uang regional yang lebih lemah, merugikan eksportir AS.

Baca Juga : Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Bertahan di Bawah $3.250 di Tengah Membaiknya Sentimen Risiko

Namun, tekanan ke bawah pada USD mungkin terbatas. Sentimen perdagangan global yang membaik telah meredakan kekhawatiran terhadap resesi, mengurangi ekspektasi terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang agresif. Menurut data LSEG, pasar kini menilai peluang 74% pemangkasan 25 basis poin pada bulan September, turun dari prakiraan sebelumnya yaitu pemangkasan pada bulan Juli.

Sementara itu, Pound Inggris (GBP) tetap stabil saat para pedagang menilai kembali prospek kebijakan Bank of England (BoE) setelah data pasar tenaga kerja pada hari Selasa untuk tiga bulan yang berakhir pada bulan Maret. Laporan tersebut mengindikasikan pertumbuhan lapangan kerja lebih lambat, tingkat pengangguran lebih tinggi, dan kenaikan upah melambat, mengindikasikan bahwa para pemberi kerja mengurangi perekrutan menjelang kontribusi jaminan sosial yang lebih tinggi yang mulai berlaku pada bulan April.

Namun, pertumbuhan upah yang moderat mungkin menawarkan sedikit kelegaan bagi para pengambil kebijakan BoE. Tren upah tetap menjadi indikator utama untuk inflasi di sektor jasa, yang terus mendorong tekanan harga pokok di Inggris.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top