- EUR/USD menguat ke dekat 1,1620 di awal perdagangan sesi Asia hari Rabu.
- Komentar Trump bahwa konflik akan berakhir “dalam waktu sangat dekat” mendukung mata uang-mata uang yang lebih berisiko, seperti Euro.
- Presiden ECB, Lagarde, mengatakan bahwa tingkat ketidakpastian dan volatilitas sangat mengejutkan dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi.
Pasangan mata uang EUR/USD mempertahankan posisi positif di sekitar 1,1620 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Euro (EUR) rebound dari level terendah empat bulan 1,1507 terhadap Greenback saat permintaan safe-haven melemah. Data Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) dari Jerman dan data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS akan dirilis nanti pada hari Rabu.
Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pada hari Selasa bahwa konflik ini “sangat menyeluruh, bisa dibilang begitu” dan operasi militer ini “sangat jauh” dari kerangka waktu awal empat hingga lima minggu, menurut Bloomberg. Komentarnya meredakan kekhawatiran terhadap perang yang berkepanjangan di Timur Tengah dan memperbaiki sentimen pasar.
Baca Juga : EUR/USD Melemah di Bawah 1,1650 saat Gejolak Timur Tengah Mendorong Dolar AS
Namun, ketidakpastian tetap ada karena Trump tidak memberikan lini masa yang jelas untuk menghentikan serangan yang telah mengguncang Timur Tengah dan pasar global. Sementara itu, Angkatan Pertahanan Israel mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan gelombang serangan baru ke Iran dan juga meluncurkan lebih banyak rudal ke Lebanon. Militer Israel mengatakan mereka menargetkan infrastruktur yang dimiliki oleh Hezbollah yang didukung Iran di selatan ibu kota Lebanon. Tanda-tanda ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah dapat meningkatkan permintaan safe-haven Dolar AS dan menciptakan hambatan bagi pasangan mata uang ini.
Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Christine Lagarde, mengatakan pada Selasa malam bahwa tingkat ketidakpastian dan volatilitas sangat mengejutkan, membuatnya sulit untuk mengelola situasi. Dia lebih lanjut menyatakan bahwa bank sentral akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi.