GBP/USD Mempertahankan Posisi di Atas 1,2950 Dekat Tertinggi Empat Bulan

  • Pasangan mata uang GBP/USD mencapai level tertinggi empat bulan di 1,2989 pada 13 Maret.
  • Dolar AS dapat semakin terdepresiasi karena data inflasi AS terbaru memicu ekspektasi bahwa The Fed akan segera melakukan penurunan suku bunga.
  • RICS Housing Price Balance turun menjadi 11% pada bulan Februari, menandai penurunan konsisten kedua.

GBP/USD berusaha untuk memperpanjang keuntungannya selama tiga hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,2960 selama sesi Asia pada hari Kamis. Pasangan mata uang GBP/USD naik saat Dolar AS (USD) menghadapi hambatan di tengah ketidakpastian tarif yang sedang berlangsung dari Presiden AS Donald Trump dan kekhawatiran yang meningkat tentang potensi resesi AS.

Greenback mungkin akan kehilangan pijakan lebih lanjut karena inflasi AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Februari, meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) mungkin akan memotong suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan. Para pelaku pasar kini menantikan data Indeks Harga Produsen (IHP) AS pada hari Kamis dan klaim pengangguran mingguan untuk petunjuk ekonomi lebih lanjut.

Baca Juga : Dolar Australia Melemah karena Peningkatan Penghindaran Risiko

Inflasi IHK bulanan AS melambat menjadi 0,2% pada bulan Februari dari 0,5% pada bulan Januari, sementara inflasi inti melambat menjadi 0,2%, di bawah perkiraan 0,3%. Secara tahunan, inflasi IHK turun menjadi 2,8% dari 3,0%, sementara inflasi inti merosot menjadi 3,1% dari 3,3%.

Di Inggris (UK), Survei Pasar Residensial terbaru oleh RICS menunjukkan bahwa Housing Price Balance turun menjadi 11% pada bulan Februari, menandai penurunan konsisten kedua. Angka ini tidak memenuhi ekspektasi pasar sebesar 20% dan lebih rendah dari pembacaan 21% pada bulan Januari.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan optimisme bahwa Inggris dapat menghindari tarif AS pada baja dan aluminium, menekankan pendekatan “pragmatis” dalam negosiasi sambil menjaga semua opsi terbuka. Berbeda dengan Uni Eropa (EU), yang telah memberikan sinyal balasan segera terhadap tarif Trump, Inggris menegaskan komitmennya untuk melakukan pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun melonjak menjadi 4,68%, level tertinggi dalam dua bulan, seiring dengan meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama. Para pedagang kini memperkirakan hanya ada penurunan suku bunga sebesar 52 basis poin (bp) pada tahun 2025, mengurangi perkiraan sebelumnya untuk pelonggaran yang lebih agresif. Para investor kini menantikan data PDB bulanan Inggris untuk bulan Januari yang akan dirilis pada hari Jumat, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang prospek ekonomi negara tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top